# selamat datang di blog PC IPNU - IPPNU Kota Pekalongan, silahkan isi buku tamu dan tinggalkan komentar #
Rabu, 13 November 2013

Susunan Pengurus PC IPNU Kota Pekalongan Periode 2013-2015

SUSUNAN PENGURUS PC IPNU KOTA PEKALONGAN
PERIODE 2013 - 2015

STRUKTUR PIMPINAN CABANG
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA
KOTA PEKALONGAN
MASA KHIDMAH 2013 - 2015

Pelindung
1. KH. Musthofa Bakri (Syuriyah NU Kota Pekalongan)
2. H. Ahmad Rofiq (Tanfidziyah NU Kota Pekalongan)

Pembina
1. Arif Wahyudi (Kuripan)
2. M. IZZUDIN (Krapyak)
3. M. Falakhy Sidqi (Pringlangu)
4. M. Zuhri (Sokorejo)
5.M.LUTFIMAULANA (Kuripan)

KETUA : MOH ULIL HUDA WAKIL I : WASURIN WAKIL II : ABDUL QODIR WAKIL III : BUDI SUSANTO WAKIL IV : M. FURQON ISMAIL SEKRETARIS : M. BANY ADAM Z.A. WAKIL I : AHMADSHODIKIN WAKIL II : MUSYAFA'UL FATAH BENDAHARA : DANI WINATA WABEN : M. ROFI'UDIN DEPARTEMEN A. DEPARTEMEN PENDIDIKAN PENGKADERAN DAN PENGEMBANGAN SDM M. IRFAN ZIDNI ABDUL ADHIM IBNU ATHOILLAH B. DEPARTEMEN PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN KOMISARIAT ARI SYAHPUTRA SUYOTO ARIFIN C. DEPARTEMEN JARINGAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI ABDULLAH M. FURQON M. SYAIFURROHMAN M. SHOFWAN D. DEPARTEMEN DAKWAH DAN PENGABDIAN MASYARAKAT M. SHOLEH M. NISFI AHMAD MIRZA ROMADHON E. DEPARTEMEN BUDAYA DAN OLAHRAGA M. ULIL ALBAB M. RIFQI ROHMAT LEMBAGA-LEMBAGA A. CBP WAHYU HIDAYAT (KOMANDAN) OVI FATCHURROHMAN KASNURI B. PERS A. DURIL KAIS ALBAR RIZAL JIBRAN MIFTAHUDIN C.EKONOMI M. ISA M. KHARIS MASRUR C. KONSELING PELAJAR NURUL ANWAR NUR KHOLIS FAHMI ZAWAWI
Baca Selengkapnya ...
Selasa, 05 November 2013

Kirab Ta'aruf di Tahun Baru 1435 Hijriyah

Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1435 Hijriyah, BADKO (Badan Koordinasi Kota Pekalongan) mengadakan pawai kirab ta’aruf Santri dan Guru TPQ se Kota Pekalongan, acara tersebut diikuti kurang lebih 110 TPQ di Kota Pekalongan.
“ Kegiatan Tersebut dimulai dari pukul 6 Pagi, diawali dengan pembacaan Maulid, dilanjutkan dengan Khataman Akbar, setelah itu Mujahadah, juga Pembacaan Asmaul Husna, dan dipenghujung ajara yaitu Pawai Kirab Keliling kota Pekalongan. Pawai tersebut start di Alun-Alun Pekalongan kemudian finish di Lapangan Sorogenen. “ Demikian yang dituturkan oleh Ustad Darmawan selaku peserta Kirab Sekaligus Guru TPQ An Najah Tirto Pekalongan.
Menurut Ketua Panitia Kirab ini, Bapak Faqihuddin mengatakan “Makna dari acara tersebut  untuk memperingati tahun baru Hijriyah. Acara ini sudah sejak dari dulu terselenggarakan, saya hanya meneruskan kegiatan yang sudah ada. Acara ini dibawah naungan BADKO (Badan Koordinasi Kota Pekalongan).  Adapun pendanaan untuk kegiatan ini prinsipnya dari kita untuk kita. Artinya, setiap Santri Iuran Rp.  1000,- Guru BTQ Rp. 15000,- Pengawas BTQ Rp. 20.000,- dan digabung menjadi satu untuk kelancaran acara tersebut.”
Tujuan dari pawai Kirab tersebut agar menarik minat masyarakat untuk mendaftarkan  putra-putrinya di TPQ-TPQ se Kota Pekalongan. Harapan dari Bapak Faqihuddin selaku ketua Panitia adalah semoga kedepan kepanitiaan ini lebih baik lagi, acara ini lebih semarak lagi dan mampu menampilkan kreasi-kreasi  yang lebih kreatif dan menarik lagi, sebagai bentuk acara tandingan dengan tahun baru masehi.
Reporter : Zuhri dan Kais
Editor : Ilham


Baca Selengkapnya ...

... KISAH NYATA PEMBENCI MAULUD ...

"Suatu hari Syech Abbas Al-Maliki berada di Baitul Muqaddas Palestina untuk menghadiri peringatan Maulud Nabi SAW di mana saat itu bershalawat dengan berjamaah. Saat itulah beliau melihat seorang pria tua beruban yg berdiri dengan khidmat mulai dari awal sampai acara selesai. Kemudian beliau bertanya kepadanya akan sikapnya itu. Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia gak pernah mau mengakui acara Maulud Nabi dan ia memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah Bid'ah Sayyi'ah (bid'ah yg jelek). Suatu malam ia mimpi duduk di acara Maulud Nabi bersama sekelompok orang yg bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi SAW ke mesjid, maka saat Rasulullah SAW tiba, sekelompok orang itu bangkit dengan berdiri toek menyambut kehadiran Rasulullah SAW. Namun hanya ia saja seorang diri yg gak mampu bangkit toek berdiri. Lalu Rasullullah SAW berkata kepadanya: "Kamu gak akan bisa bangkit!" Saat ia bangun dari tidurnya ternyata ia dalam keadaan duduk dan gak bisa berdiri. Hal ini ia alami selama 1 tahun. Kemudian ia pun bernadzar jika sembuh dari sakitnya ia akan menghadiri acara Maulud Nabi di mesjid dengan bershalawat.Kemudian Allah menyembuhkan nya. Ia pun selalu hadir toek memenuhi nadzarnya dan bershalawat dalam acara Maulud Nabi SAW"

[Sumber : Kitab Al-Hady At-Tam fi Mawarid al-Maulid an-Nabawi, hal 50-51, karya Syech Muhammad Alwi Al-Maliki
Baca Selengkapnya ...

TAHUN BARU HIJRIYAH Katib Aam PBNU: Siapa Lebih Buruk dari Kemarin, Celaka

Jakarta, NU Online
Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku gembira dengan umat Islam Tanah Air yang dalam dekade terakhir aktif memperingati tahun baru dalam kalender hijriyah. Menurut dia, ini adalah momentum terbaik bagi evaluasi diri (muhasabah).

Kiai Malik menyampaikan hal tersebut dalam program rutin Bincang Tentang NU (Bintang NU) Radio NU yang disiarkan secara online di radio.nu.or.id, Senin (4/10), pukul 10.00 WIB.

“Dan muhasabah ini diungkapkan dalam bahasa yang sangat indah oleh Sayyidina Umar bin Khattab: hasibu anfusakum qabla an tuhasabu. Wazinuha qabla an tuzanu. Lakukanlah perhitungan terhadap dirimu sebelum pihak lain menghitungmu. Timbanglah dirimu sebelum pihak lain, terutama Allah, menimbangmu,” katanya.

Kiai asal Madura ini lalu mengutip pernyataan Imam al-Ghazali yang  berbunyi, “Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, wa man kana yaumuhu mitsla amsihi fahuwa khasirun. Wa man kaan yaumuhu syarran min amsihi fahuwa halikun (Siapa harinya lebih baik dari kemarin maka beruntung, siapa yang harinya sama dengan kemarin maka merugi, dan siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin maka celaka)."

Menurut Kiai Malik, pertambahan tahun memberi beban kepada setiap manusia untuk berupaya lebih baik. Hal itu pula yang sedang diusahakan NU sebagai ormas sosial keagamaan dengan melakukan koreksi diri dan peningkatan kerja kelembagaan.

“Kita merangsang lembaga, lajnah, dan banom (badan otonom) untuk meningkatkan kiprahnya di bidang sosial itu juga agar ke depan secara lebih baik,” ujarnya.

Pada tahun 1435 hijriyah kali ini, lanjut Kiai Malik, tantangan menjadi kian besar karena menjelang musim politik 2014. Warga NU diuji idealismenya untuk tidak tergoda dengan kepentingan-kepentingan pragmatis yang dapat merugikan organisasi, bahkan Indonesia secara umum. (Mahbib Khoiron)
Baca Selengkapnya ...
Minggu, 23 Desember 2012

Aksi Penanaman Pohon oleh peserta DIKLATAMA CBP-KPP Kota Pekalongan



Pra apel pembukaan, Peserta diklatama Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (CBP-KPP) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota pekalongan lakukan aksi penanaman pohon mahoni disekitar lapangan Kebonsari, Karangdadap Kabupaten Pekalongan. Acara penanaman yang diikuti sekitar empat puluh peserta ini berlangsung pada hari jumat (21/12). “ Aksi ini dilakukan dalam rangka penanaman kembali (reboisasi) dan juga untuk menumbuhkan kecintaan peserta terhadap kelestarian lingkungan “ ujar Ulil sapaan akrab rekan Muhammad Ulil Huda selaku koordinator penanaman pohon.

Aksi penanaman pohon oleh peserta CBP-KPP Kota Pekalongan ini juga bekerja sama dengan organisasi Karang Taruna desa Kebonsari. Muhammad Yusuf  salah seorang pengurus Karang Taruna menuturkan, pohon yang ditanam adalah pemberian dari kementrian perhutanan pusat dalam program Kebun Bibit Rakyat 2012. Kerjasama ini juga untuk menjalin silaturrahmi yang baik antara warga dan peserta Diklatama CBP-KPP PC IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

Dalam pelaksanaannya, peserta di bagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok memiliki tugas yang berbeda. Antara lain mencangkul,menanam,serta membuat dan mengikat patok kayu dengan pohon yang ditanam. Semua itu dilakukan dengan antusias oleh seluruh peserta. Salah satunya Yunita salah satu peserta KPP asal ranting jenggot. Dirinya mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Ia berharap pohon yang ditanam tumbuh besar dan subur. (ida)

lembaga pers PC IPNU-IPPNU  Kota Pekalongan
Baca Selengkapnya ...
Sabtu, 06 Oktober 2012

Download MP3 Sholawat Habib Syech



Berikut ini adalah kumpulan Sholawat Habib Syech Abdul Qodir Assegaf. Silahkan di download

01 Ya Habib.mp3
02 Qowiyah.mp3
03 Ya Alloh Biha.mp3
04 Maqoshidna.mp3
05 La ilaha Ilallah.mp3
06 Ya 'ala baitin nabi.mp3
07 Yaa Arhamarrahimiinn.mp3
08 Busyrolanaa.mp3
09 Dunuunii.mp3
10 Lighoiri Jamalikum.mp3
11 Maulana Yaa Maulanaa.mp3
12 Qod Tamammallahu maqosyidana.mp3
13 Habib Syech - Sholawatullohi Taghsya.mp3
14 Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam.mp3
15 Yaa Laqolbi.mp3
16 Yaa Latifa Bil'ibad.mp3
17 Yaa Maulidal Musthofa.mp3
18 Yaa Rasulalloh Salamun Alaik.mp3
19 Yaa Robbi Makkah.mp3
20 Yaa Robbibil Musthofa.mp3
21 Yaa Nabi Salam.mp3
22 Yaa Maulidal Musthofa.mp3
23 Yaa Syayyidarrasul Yaa Tohir.mp3
24 Yaa Robbi Yaa AlimulHal.mp3
25 Bi Rojauka.mp3
26 Bijahil Musthofalmuchtar.mp3
27 Binafsi Afdii.mp3
28 Allaahu Allaah.mp3
29 Ahlan wasahlan Binnaby.MP3
30. Yaa Rabbama.mp3
31. Qod Kafaanii Ilmu Robbi.mp3
32. Yaa Rabbila'liman.mp3
33. Ilaahi Nas'aluka.mp3
34. Sholatun (Vol.7).mp3
35. Miftahul Jannah (Vol.7).mp3
36. Ya Hadi (Vol.7).mp3
37. Allahumma (Vol.7).mp3
38. Marhaban ya Nurol'aini (Vol.7).mp3
39. Burdah (Vol.7).mp3
40. Ya Kaadul (Vol.7).mp3
41.Alfa Shollalloh (Vol 6).mp3
42.Khoirol Bariyah (Vol 6).mp3
43.Assalamu 'alaik (Vol 6).mp3
44.Sholawat Badar (Vol 6).mp3
45.Thola'albadru (Vol 6).mp3
46.Khobiri (Vol 6).mp3
47. Alfa Sholallah (Live Mataram).mp3
48. Allahumma Sholli Ala Muhammad (Live Mataram).mp3
49. Tholama Asyku (Live Mataram).mp3
50. Ya Waridal (live Mataram).mp3
51. Allahumma Sholli 'ala Muhammad (Live Sragen).mp3
52. Pra-Annabi Shollu 'Alaih (Live Sragen).mp3
53. Pra-Shallallahu 'ala Muhammad (Live Sragen).mp3
54. Pra-Qod tamammallah (Live Sragen).mp3
55. La Ilaha Illallah (Allah-Allah)- (Pertamina Bersholawat).mp3
56. Sholatun Bissalamil Mubin (Pertamina Bersholawat).mp3
57. Ya Badrotim (Pertamina Bersholawat).mp3
58. Sholli wa Salim (Pertamina Bersholawat).mp3
59. Assalamu 'Alaik Zainal Anbiya' (Pertamina Bersholawat).mp3
60. Ya Habib (Pertamina Bersholawat).mp3
61. Ya Laqolbin (Pertamina Bersholawat).mp3
62. Ya Rasulullah Ya Nabi (Pertamina Bersholawat).mp3
63. Syi'ir - Syi'iran (Syair tanpo Waton) - Habib Syech (Live Kudus 2011)
64. Ya Hanana - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
65. Solatun - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
66. Ya Habibana Sya'ailillah - Habib Syech (Live Kudus 2011)
67. Ya Rasulallah - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
68. Ya 'Ala Golbin - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
69. Ya Habibi - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3
70. Ya Habibana - - Habib Syech (Live Kudus 2011).mp3

Semoga bermanfaat
Baca Selengkapnya ...
Rabu, 26 September 2012

4 Rekomendasi Hasil Munas NU




Jakarta, NUBatik Online
Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) sudah menghasilkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi-rekomendasi yang terkait dengan berbagai masalah bangsa ini juga sudah diberikan kepada Presiden SBY. Keempat rekomendasi yang ditetapkan pada Senin (17/9) tersebut antara lain;

A. Politik dan Persoalan Korupsi

Upaya-upaya penanggulangan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini belum berjalan dengan baik, karena aparatur yang bertugas untuk itu yaitu kepolisian dan kejaksaan, tidak menunjukkan keseriusan. Ketidakseriusan ini hanya dapat diatasi oleh lembaga yang berada di atas keduanya, yaitu Presiden. Presiden juga harus bertindak tegas terhadap aparat pemerintahan di bawahnya yang terlibat korupsi.

Rekomendasi :

1. Presiden harus segera menggunakan kewenangannya secara penuh dan tanpa tebang pilih atas upaya-upaya penanggulangan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah, utamanya terkait dengan aparat pemerintahan yang terlibat korupsi.

2. Masyarakat agar berkontribusi aktif dalam upaya meruntuhkan budaya korupsi dengan memperkuat sanksi sosial terhadap koruptor, sehingga dapat menimbulkan efek jera dan juga efek pencegahan bagi tindakan korupsi berikutnya.

B.  Persoalan Pajak

Bahwa bagi umat Islam, pungutan yang wajib dibayar berdasarkan perintah langsung dari Al-Quran dan Hadits secara eksplisit adalah zakat. Sedangkan kewajiban membayar pajak hanya berdasarkan perintah yang tidak langsung (implicit) dalam konteks mematuhi penguasa (ulil ‘amri), Penguasa di dalam membelanjakan uang Negara yang diperoleh dari pajak berdasarkan kaidah fikih “tasharruful imam ‘alai ro’iyyah manuutun bil mashlahah al-raiyyah”, mesti mengacu pada tujuan kesejahteraan dan kemanusiaan warga Negara (terutama kaum fakir miskin).

Ketika ternyata bahwa uang negara yang berasal dari pajak tidak dikelola dengan baik atau tidak dibelanjakan sebagaimana mestinya bahkan terbukti banyak dikorupsi, maka muncul pertanyaan: apakah kewajiban membayar pajak oleh warga negara itu masih punya landasan hukum keagamaan yang kuat? Artinya masihkah menjadi wajib membayar pajak tersebut?

Rekomendasi :

1. Pemerintah harus lebih transparan dan bertanggungjawab terkait dengan penerimaan dan pengalokasian uang pajak, serta memastikan tidak ada kebocoran;

2. Pemerintah harus megutamakan kemashlahatan warga negara terutama fakir miskin dalam penggunaan pajak;

3. PBNU perlu mengkaji dan mempertimbangkan mengenai kemungkinan hilangnya kewajiban warga negara membayar pajak ketika pemerintah tidak dapat melaksanakan rekomendasi kedua poin di atas.

C.  International : Innocence of  Muslims

Akhir-akhir ini dengan alasan kebebasan berekspresi, muncul beberapa karya dalam media massa yang dirasakan melecehkan dan menodai simbol-simbol agama Islam. Sebagai reaksi terhadap hal itu, banyak dilakukan tindakan yang tidak terkendali dan merusak. Misalnya film The Innocence of Muslims, kartun Nabi Muhammad, dan novel The Satanic Verses. Hal semacam juga terjadi terhadap agama lain.

Rekomendasi

1. Lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan OKI membuat Konvensi yang mewajibkan semua orang untuk tidak melakukan tindakan yang melecehkan dan atau menodai simbol-simbol yang dihormati agama.

2. Umat Islam agar tidak mudah diprovokasi untuk melakukan tindakan yang tidak terkendali dan destruktif oleh segala bentuk serangan seperti yang dilakukan pembuat film Innocent of  Muslims.

D. Pendidikan : Nilai-nilai Kepesentrenan dalam Kurikulum Pendidikan Karakter

Selama ini salah satu kelebihan yang dikenal dari nilai-nilai pendidikan pesantren adalah kemandirian peserta didik dalam menghadapi kehidupannya. Di sisi yang lain, sistem pendidikan pesantren juga terkenal dengan pendidikan karakter lewat keteladanan yang diberikan oleh kyai dan para guru kepada santri-santrinya. Di pesantren para santri juga dibiasakan hidup sederhana, mencukupkan diri, dengan sedikit bekal untuk belajar, jauh dari berkelebihan.

Rekomendasi

1. Merekomendasikan kepada pemerintah untuk meninjau ulang pendidikan karakter yang masih lemah dan belum menjadi kesadaran atau internalisasi nilai-nilai, serta belum berorientasi ke masa depan (mutu dan kepribadian unggul) bagi peserta didik, sehingga pendidikan karakter tidak bisa diaplikasikan dengan maksimal.

2. Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga menanamkan kepada peserta didik karakter yang mulia, baik terkait hubungan dengan manusia (hablu minannas), dengan Allah (hablu minailah), dan dengan alam (hablum minal ‘alam).

3. Nilai-nilai kepesantrenan (kemandirian, keikhlasan, ketawadhu’an, dan hidup sederhana) itu sangat sesuai dengan semangat pasal 31 ayat (3) UUD 1945 tentang pendidikan yaitu iman, taqwa, dan akhlak mulia, oleh karena itu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai bagian pendidikan karakter dari sistem pendidikan nasional.

4. Pemerintah berkewajiban untuk melindungi para pendidik dalam menyelenggarakan pendidikan dan menjamin pendidik bisa berperan aktif untuk menjalankan pendidikan karakter.

5. Merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyempurnakan sistem ujian nasional (UN) agar dapat mengatasi kelemahan-kelemahan yang selama ini menghambat tercapainya standar kualitas pendidikan nasional yang diharapkan seperti pelanggaran dan kecurangan.

6. PBNU harus mendorong berkembangnya peraturan-peraturan daerah yang mempertimbangkan tradisi-tradisi lokal keagamaan agar menjadi spirit pendidikan. 
Baca Selengkapnya ...
Selasa, 18 September 2012

Ibnu Taimiyyah, Ulama Panutan Wahhabi, Mengakui Pahala Sedekah Sampai kepada Orang yang Telah Meninggal Dunia



Syaikh Taqiyuddin Abul Abbas Ibn Taimiyyah mengemukakan beberapa alasan mengenai sampainya hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia. Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Tahqiq al-Amâl fî Mâ Yanfa’û lil Mayyît min al- Amâl karangan al-Allamah as-Sayyid Muhammad ibn Alwi al-Maliki al-Hasani, halaman 53—56 :

“Syaikh Taqiyuddin Abul Abbas Ibn Taimiyyah berkata, “Barangsiapa berkeyakinan bahwa manusia tidak dapat memperoleh manfaat kecuali dari amalnya sendiri, maka ia telah menentang ijma’ dan pendapatnya dianggap batil (salah) karena beberapa hujjah sebagai berikut :

  1. Manusia dapat memperoleh manfaat doa orang lain dan ini berarti memperoleh manfaat dari amal orang lain.
  2. Rasulullah besok pada hari kiamat akan memberi syafa’at bagi ahli mauqifdi padang mahsyar untuk mempercepat hisab. Dan juga akan memberi syafa’at bagi ahli surga agar mereka cepat memasukinya.
  3. Rasulullah juga akan memberi syafa’at bagi orang yang berdosa besar agar dapat keluar dari neraka. Ini juga berarti mengambil manfaat dari usaha orang lain.
  4. Para malaikat mendoakan dan memohonkan ampun bagi penduduk bumi. Hal ini juga berarti mengambil manfaat bukan dari amalnya sendiri.
  5. Allah SWT dapat mengeluarkan sebagian orang yang sama sekali tidak pernah beramal baik dari dalam neraka semata-mata karena rahmat Allah SWT. Hal ini juga menunjukkan mengambil manfaat dari perbuatan orang lain.
  6. Anak-anak dari orang-orang mukmin masuk ke dalam surga sebab amal perbuatan orang tua mereka. Hal itu juga berarti semata-mata karena usaha orang lain.
  7. Allah SWT berfirman mengenai dua anak yatim yang mempunyai orang tua sholih, kemudian kedua anak itu dapat mengambil manfaat dari kebaikan orang tua mereka, bukan dari usaha mereka.
  8. Mayyit dapat mengambil manfaat dari pahala sedekah dan memerdekakan budak berdasarkan hadits dan ijma’ ulama. Hal ini menunjukkan seseorang dapat memperoleh manfaat dari amal orang lain.
  9. Berdasarkan hadits dan ijma’ ulama, haji fardlu yang menjadi tanggungannya mayyit dapat gugur dengan haji yang dilakukan oleh walinya. Keterangan ini menunjukkan bermanfaatnya amal orang lain.
  10. Berdasarkan hadits dan ijma’ ulama, haji nadzar atau puasa nadzar mayyit dapat gugur dengan amal orang lain. Ini juga berarti mendapat manfaat dari amal orang lain.
  11. Orang mati yang meninggalkan hutang (contoh salah seorang sahabat) oleh Rasulullah dilarang untuk dishalati sampai hutangnya dilunasi oleh Abû Qatadah. ‘Âlî ibn Abî Thâlib juga pernah melunasi hutang orang lain yang telah meninggal dunia. Dan orang itu dapat mengambil manfaat dari shalat Nabi Muhammad. Hal ini lagi-lagi menunjukkan adanya manfaat dari amal orang lain.
  12. Nabi Muhammad SAW bersabda kepada orang yang shalat sendirian, “Hendaklah seorang laki-laki bersedekah kepada ini (sambil menunjuk kepada orang lain).” Nabi Muhammad SAW kemudian shalat bersama laki-laki tersebut maka, ia pun mendapatkan keutamaan shalat berjama’ah sebab amal orang lain.
  13. Manusia dapat terbebas dari hutang pada makhluk jika ada orang lain yang mau melunasinya. Hal ini juga menunjukkan perolehan manfaat dari amal orang lain.
  14. Orang yang memiliki beban dan kedhaliman kepada orang lain, jika dimaafkan oleh orang yang didhalimi, maka ia terbebas dari dosa berbuat dhalim. Hal ini menunjukkan adanya kemanfaatan dari perbuatan orang lain.
  15. Tetangga yang baik dapat memberi manfaat ketika masih hidup dan setelah ia meninggal dunia seperti dijelaskan dalam atsar.
  16. Orang yang duduk dalam majelis dzikir yang dirahmati Allah SWT tetapi tidak ikut berdzikir karena suatu keperluan, juga dapat memperoleh pahala dzikir dimaksud. Hal ini berarti orang tersebut dapat mengambil manfaat dari orang lain.
  17. Melakukan shalat atas mayyit dan berdoa di dalam shalat, merupakan kemanfaatan yang diambil mayyit dari orang yang masih hidup. Ini berarti memperoleh manfaat dari amal orang lain.
  18. Shalat Jum’at dinilai sah jika dilakukan oleh sekumpulan orang, begitu juga shalat jama’ah. Hal ini menunjukkan manfaat sebagian orang terhadap sebagian yang lain.
  19. Allah SWT berfirman kepada Nabi Muhammad, “Allah SWT sekali-kali tidak akan memberi adzab mereka sedang kamu berada di antara mereka.” (Q.S. Al-Anfâl : 33), dalam firman-Nya yang lain, “Dan kalau bukan karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan mukmin.” (Q.S. Al-Fath : 35), dan firman Allah SWT, “Dan sekiranya Allah SWT tidak menolak (keganasan) sebagian manusia kepada sebagian yang lain.” (Q.S. Al-Hajj: 40). Maka Allah SWT menghilangkan atau menggagalkan satu adzab kepada sebagian manusia disebabkan manusia lain. Hal tersebut merupakan manfaat amal orang lain.
  20. Zakat fitrah wajib bagi anak kecil dan orang lain yang menjadi tanggungannya, maka anak kecil dan orang yang diasuh tersebut mendapatkan manfaat dari orang yang mengeluarkan zakat, meskipun bukan perbuatannya sendiri.
  21. Zakat harta anak kecil dan harta orang gila hukumnya wajib dan semua itu mendapat pahala walaupun mereka tidak ikut mengeluarkannya.

Siapapun yang merenungkan secara teliti, ia akan mendapatkan banyak keterangan yang menjelaskan bahwa orang mukmin dapat memperoleh manfaat dari amal-amal yang tidak dilakukannya. Sehingga bagaimana mungkin menta’wilkan ayat Al Quran Surat An-Najm ayat 39 dengan cara yang menyalahi Al Quran, Hadits, dan Ijma’ Ulama? (Ghayah al-Maqshûd li Syaikh ‘Abdullâh ibn Muhammad ibn Humaid, halaman 101) Dalam kitab Hukm al-Syâri’ah al-Islâmiyyah fî Ma’tam al-Arba’în, halaman 36, disebutkan sebagai berikut :

“Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan dalam kitab Fatawa-nya bahwa pendapat yang benar dan sesuai dengan kesepakatan para imam adalah bahwa mayyit dapat memperoleh manfaat dari semua ibadah, baik ibadah badaniyah seperti shalat, puasa, membaca Al Quran, ataupun ibadah maliyah seperti sedekah dan lain-lain. Hal yang sama juga berlaku untuk orang yang berdoa dan membaca istighfar untuk mayyit.” 
Baca Selengkapnya ...
Rabu, 12 September 2012

Ribuan Warga Nahdliyyin Hadiri Halal Bi Halal NU



Pekalongan, NUBatik Online
Ribuan warga nahdliyyin menghadiri acara Halal Bi Halal yang digelar Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Pekalongan, Senin (10/9) yang digelar di alun alun Kota Pekalongan.

Kegiatan di siang hari kemarin diprakarsai oleh jajaran Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Pekalongan bekerjasama Badan Otonom NU seperti Muslimat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU dan Thoriqoh.

Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Ninik Fitriyani mengatakan, jika kita mau melaksanakan menggelar event besar, sesungguhnya kita punya kemampuan. Hal ini bisa dilihat betapa antusiasnya warga nahdliyyin, khususnya ibu ibu muslimat dan fatayat NU berbondong bondong hadir di alun alun meski cuaca cukup panas.

Dikatakan, dirinya berharap Bapak PCNU masih memberi kesempatan untuk menggelar kegiatan yang sama di tahun depan, dengan aneka kegiatan yang meriah lagi, sehingga warga nahdliyyin bisa hadir lebih banyak lagi.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq menyampaikan terima kasih kepada Fatayat NU yang memprakarsai kegiatan halal bi halal ini. Meski secara finansial, PCNU tidak memberikan bantuan, Fatayat ternyata mampu menggelar kegiatan berskala besar.

Walikota Pekalongan dr H. Basyir Ahmad dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Pekalongan, mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang telah bekerjasama membantu program-program pemerintah.

Dikatakan, peran serta Nahdliyyin Center diakui telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam upaya membangun manusia Kota Pekalongan yang lebih bermartabat.

Oleh karena itu, ke depan akan lebih disinergikan lagi antara program-program yang khususnya berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.

"Saya harus mengatakan yang sejujurnya, NU dan Nahdliyyin Center telah banyak membantu program pemerintah Kota Pekalongan," ujarnya.

Hadir pada acara halal bi halal jajaran pengurus Cabang NU Kota Pekalongan, Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Pimpinan Wilayah Muslimat dan Fatayat NU Jawa Tengah serta puluhan undangan VIP memenuhi tempat duduk.

Selain diisi pengajian oleh DR. KH. Arja' Imroni, MA dari Semarang, kegiatan halal bi halal dimeriahkan oleh group kasidah, marawis dan Nasia Ria Semarang. 

Baca Selengkapnya ...